Minggu, 06 Maret 2016



“Berfikir dewasa”

 Okeh…..di usia yang udah 16 tahun ini(baru aja nambah umur dihari ini) gue banyak berfikir bahkan berfikir lebih panjang lagi kalau kedewasaan manusia bukan ditandai dengan “berpacaran”.
Disaat-saat ulang tahun kaya gini biasanya anak remaja yang seumuran kaya gue pada taktir temen-temen mereka, traktir guru-guru mereka, traktir ortu mereka, traktir tukang ojek langganan mereka, dan traktir orang-orang lainnya…. Tapi diulang tahun gue yang kali ini gue ngga traktir siapapun karena gue bukan orang yang glamour dan karena…..gue….ngga punya…………… DUIT…. -_- .Okeh kita balik ke topic bahwa kedewasaan tidak serta-merta dikarenakan umur yang bertambah banyak tapi ditandai dengan setiap tanggung jawab yang bisa kita pertanggungjawabkan sebagai tanggung jawab (nahh loh gimana tuh….?????).
Ngga usah mikir yang panjang-panjang tentang kata-kata gue yang tadi…ngga usah mikir keras pake anlogi matematika segala apalagi bengkitin  Einstain  untuk ngertiin kata-kata gue yang tadi, lo tinggal nerima yang bakal gue jelasin setelah ini.
Kemaren, gue nonton youtube tentang berita beberapa waktu yang lalu dan gue nonton tentang ibu remaja(nah loh apa lagi nih…???). Ibu remaja itu adalah seorang remaja yang telah memiliki anak dan itu udah banyak banget di Indonesia men….. dan kalau ditelusuri “BERPACARAN “( YANG TIDAK SEHAT TENTUNYA)adalah cikal bakal dari lahirnya ibu remaja ini…..gue ngga pernah ngelarang sahabat gue, temen-temen gue, saudara gue, pak RT gue, tukang ojek langganan gue untuk berpacaran tapi kalau bapak gue, gue larang….yap…. berpacaran yang tidak sehatlah yang mengakibatkan kehancuran masa depan dikalangan remaja.
Saat kita mengaku telah dewasa kita pasti long view(berfikir panjang) untuk berpacaran yang tidak sehat…. Kalu kita bercita-cita menjadi dokter dan Karena berpacaran ngga sehat kita jadi dikeluarkan dari sekolah, kita ngga lulus SMA sederajat truss kita susah nyari kerjaan dan misalnya karena berpacaran itu kita punya anak diusia 17 tahun dan kita belum siap untuk punya anak dan membiayainya kita alhasil kita ngga bisa ngeraih cita-cita kita, gue bukannya merendahkan pekerjaan-pekerjaan yang direndahkan dunia tapi kalo kita bisa jadi dokter tapi karena pacaran kita ngga bisa ngeraih itu kan sayang banget….. sebagai remaja yang dewasa, ayok lah… bareng sama gue bangun remaja bersih yang dewasa yang berasaskan kekudusan yang menjunjung tinggi keagamaan dan mementingkan masa depan dibanding bacaran yang ngebisin dana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar