“Berfikir dewasa”
Disaat-saat
ulang tahun kaya gini biasanya anak remaja yang seumuran kaya gue pada taktir
temen-temen mereka, traktir guru-guru mereka, traktir ortu mereka, traktir
tukang ojek langganan mereka, dan traktir orang-orang lainnya…. Tapi diulang tahun
gue yang kali ini gue ngga traktir siapapun karena gue bukan orang yang glamour
dan karena…..gue….ngga punya…………… DUIT…. -_- .Okeh kita balik ke topic bahwa
kedewasaan tidak serta-merta dikarenakan umur yang bertambah banyak tapi
ditandai dengan setiap tanggung jawab yang bisa kita pertanggungjawabkan
sebagai tanggung jawab (nahh loh gimana tuh….?????).
Ngga usah
mikir yang panjang-panjang tentang kata-kata gue yang tadi…ngga usah mikir
keras pake anlogi matematika segala apalagi bengkitin Einstain untuk ngertiin kata-kata gue yang tadi, lo
tinggal nerima yang bakal gue jelasin setelah ini.
Kemaren,
gue nonton youtube tentang berita beberapa waktu yang lalu dan gue nonton
tentang ibu remaja(nah loh apa lagi nih…???). Ibu remaja itu adalah seorang
remaja yang telah memiliki anak dan itu udah banyak banget di Indonesia men…..
dan kalau ditelusuri “BERPACARAN “( YANG TIDAK SEHAT TENTUNYA)adalah cikal bakal dari lahirnya ibu remaja ini…..gue ngga
pernah ngelarang sahabat gue, temen-temen gue, saudara gue, pak RT gue, tukang
ojek langganan gue untuk berpacaran tapi kalau bapak gue, gue larang….yap….
berpacaran yang tidak sehatlah yang mengakibatkan kehancuran masa depan
dikalangan remaja.
Saat kita
mengaku telah dewasa kita pasti long view(berfikir panjang) untuk berpacaran
yang tidak sehat…. Kalu kita bercita-cita menjadi dokter dan Karena berpacaran
ngga sehat kita jadi dikeluarkan dari sekolah, kita ngga lulus SMA sederajat
truss kita susah nyari kerjaan dan misalnya karena berpacaran itu kita punya
anak diusia 17 tahun dan kita belum siap untuk punya anak dan membiayainya kita
alhasil kita ngga bisa ngeraih cita-cita kita, gue bukannya merendahkan
pekerjaan-pekerjaan yang direndahkan dunia tapi kalo kita bisa jadi dokter tapi
karena pacaran kita ngga bisa ngeraih itu kan sayang banget….. sebagai remaja
yang dewasa, ayok lah… bareng sama gue bangun remaja bersih yang dewasa yang
berasaskan kekudusan yang menjunjung tinggi keagamaan dan mementingkan masa
depan dibanding bacaran yang ngebisin dana.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar